Latihan Menulis tentang ketoprak
Perutku sangat lapar, sejak tadi
siang aku belum sempat memasukkan sesuatu kedalam mulutku.
Aku menghentikan motorku tepat di
depan gerobak penjual makanan. Aku ingin mencicipi ketoprak level yang terkenal itu. "Buk ketropraknya
satu porsi ya?" Kataku pada ibu penjual ketoprak. Ibu itu segera
membuatkan pesanan ketoprak sesuai seleraku.
Aku menyantapnya dengan lahap.
Seketika saja bibirku berubah warna, air mataku mulai mengalir, sesekali ku
sapu hidungku dengan tissu, dan tiba-tiba aku merasakan perutku seperti
tertusuk duri, aku merasakan mulas yang sangat luar biasa, lalu secepat kilat berlari
ke arah kamar mandi.
Ratna Jumpa, Sigli, Aceh.

Sip
BalasHapus